Rabu, 22 Maret 2017
Jumat, 06 Januari 2017
Senin, 09 Mei 2016
tugas 6
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi
b. Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya: industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.
Klasifikasi industri berdasarkan subjek pengelola
Dikesempatan kali ini saya akan membahas tentang industri, Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan, dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious)
dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan
distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai
mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi)
yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan, dan
pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri
semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan
politik.
Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi
- Berdasarkan proses produksi, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri hulu,
yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah
jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan
industri yang lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium,
industri pemintalan, dan industri baja.
b. Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya: industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.
Klasifikasi industri berdasarkan subjek pengelola
- Berdasarkan subjek pengelolanya, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri rakyat, yaitu
industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat, misalnya: industri
meubeler, industri makanan ringan, dan industri kerajinan.
b. Industri negara, yaitu
industri yang dikelola dan merupakan milik Negara yang dikenal dengan
istilah BUMN, misalnya: industri kertas, industri pupuk, industri baja,
industri pertambangan, industri perminyakan, dan industri transportasi.
Salah satu hal untuk meningkatkan daya saing industri di indonesia
- Pembangunan infrastruktur adalah cara yang paling tepat untuk meningkatkan daya saing nasional. Lewat infrastruktur yang terintegrasi dan berkualitas baik, seluruh wilayah kita akan terkoneksi sehingga memudahkan terjadinya pergerakan barang, jasa dan manusia. Dalam konteks ekonomi, atau lebih khususnya bisnis, pembangunan infrastruktur jalan akan berdampak penghematan biaya transportasi dan logistik. Dengan transportasi dan logistik yang lebih murah, maka ongkos produksi barang dan jasa juga lebih murah. Sehingga jika kita harus bersaing dalam perdagangan internasional, kita berpeluang “memenangkan” persaingan tersebut terlebih jika kita pastikan kendali mutu dari barang dan jasa yang kita hasilkan terpenuhi.
Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Industri
http://ksp.go.id/meningkatkan-daya-saing-nasional-melalui-pembangunan-infrastruktur/
http://geografi-bumi.blogspot.co.id/2009/10/klasifikasi-industri.html
Senin, 02 Mei 2016
tugas 5
Apa itu neraca pembayaran Internasional. . . .
Neraca pembayaran internasional (Balance of Payment) adalah
merupakan catatan yang tersusun secara sistematis mengenai seluruh
transaksi ekonomi internasional yang dilakukan penduduk suatu negara itu
dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu, biasanya 1
tahun. Pengertian penduduk di dalam suatu neraca pembayaran
internasional meliputi orang perorangan, badan hukum, dan pemerintah.
Transaksi ekonomi internasional yang dicatat dalam neraca pembayaran internasional dapat digolongkan menjadi dua yaitu transaksi debit dan kredit. Transaksi debit adalah transaksi yang menimbulkan kewajiban bagi penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain, sedangkan transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan hak bagi penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.
Fungsi Neraca Pembayaran
Neraca
pembayaran sangat penting dan perlu dibuat oleh suatu negara. Fungsi
neraca pembayaran internasional antara lain sebagai berikut.
- Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.
- Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
- Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.
- Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.
- Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.
1. Sebagai bahan pertimbangna bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah di bidang ekonomi. Bidang ekonomi disini termasuk ekspor dan impor, hubungan utang piutang, hubungan penanaman modal, dan hubungan lainnya yang menyangkut neraca pembayaran.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijkan di bidang moneter dan fiskal.
3. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional.
4. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan di bidang politik perdagangan Internasional.
5. Sebagai bahan keterangan kepada pemerintahan di dalam menetapkan berbagai kewajiban perekonomian nasional seperti ekspor,impor,produksi serta lalu lintas moneter.
- Dalam neraca pembayaran terdapat kemungkinan terjadinya surplus dan defisit. Adapun defisit terjadi apabila jumlah ekspor lebih kecil daripada impor, sedangkan apabila jumlah ekspor lebih besar daripada impor posisi neraca pembayaran menunjukkan surplus. Neraca pembayaran suatu negara juga dapat dikatakan seimbang apabila stok nasional (cadangan devisa) tidak berubah dan tidak ada aliran modal/pinjaman akomodatif. Neraca pembayaran yang defisit akan merisaukan keadaan perekonomian suatu negara, namun bukan berarti surplus neraca pembayaran yang cukup besar tidak menimbulkan masalah. Keadaan neraca pembayaran yang dapat dianggap ideal bagi perekonomian suatu negara adalah keadaan neraca pembayaran yang ekuilibrium atau seimbang.
Faktor-faktor
yang menimbulkan ketidakseimbangan neraca pembayaran internasional antara lain
sebagai berikut :
1. Perubahan
tingkat harga di dalam negeri.
2. Struktur
produksi suatu negara.
3. Perubahan
posisi utang piutang dengan luar negeri.
4. Pergeseran
permintaan luar negeri terhadap produk dalam negeri.
5. Ketidakstabilan
perekonomian dalam negeri, ditandai dengan menurunnya kegiatan ekspor dan
meningkatnya impor.
6. Bencana
alam.
Pada
prinsipnya, cara untuk mengurangi atau menghilangkan defisit neraca
pembayaran internasional yang terjadi di suatu negara dilakukan melalui
proses penyeimbangan kembali neraca pembayaran dengan lima jalur.
Kelima jalur tersebut bekerja melalui perubahan komponen-komponen berikut ini :
Kelima jalur tersebut bekerja melalui perubahan komponen-komponen berikut ini :
- Pendapatan Nasional Proses ini dilakukan dengan melakukan kebijakan fiskal, yaitu semua tindakan pemerintah yang bertujuan untuk memengaruhi jalannya perekonomian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
- Tingkat Harga Proses ini dilakukan dengan cara mengeluarkan kebijakan moneter, yaitu segala tindakan pemerintah yang ditujukan untuk mempengaruhi jalannya perekonomian dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
- Kurs Valuta Asing Proses ini dilakukan dengan cara mengeluarkan kebijakan devaluasi yaitu kebijakan untuk menurunkan nilai mata uang dlaam negeri terhadap mata uang asing dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor suatu negara dan menambah devisa suatu negara.
Sumber
http://www.academia.edu/9819538/Analisis_Neraca_Pembayaran
http://www.zonasiswa.com/2015/01/neraca-pembayaran-pengertian-komponen.html
https://yulindaa.wordpress.com/2012/06/01/neraca-perdagangan-internasional-tulisan-softskill-akuntansi-internasional/
Senin, 18 April 2016
tugas 4
Pengertian Pengangguran
Pengangguran
merupakan suatu ukuran yang dilakukan jika seseorang tidak memiliki pekerjaan
tetapi mereka sedang melakukan usaha secara aktif dalam empat minggu terakhir
untuk mencari pekerjaan. Pengangguran merupakan suatu keadaan di mana seseorang
yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi mereka
belum dapat memperoleh pekerjaan tersebut (Sukirno, 1994).
Kelompok Pengangguran Menurut Sukirno (1994)
1. Berdasarkan
penyebabnya pengangguran dapat dibagi empat kelompok :
a. Pengangguran Normal
atau Friksional
Apabila
dalam suatu perekonomi terdapat
pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja maka
ekonomi itu sudah dipandang sebagai mencapai kesempatan kerja penuh.
Pengangguran sebanyak dua atau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran normal
atau pengangguran friksional. Contohnhya : Perpindahan
tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri, untuk sementara
menganggur.
b. Pengangguran
Siklikal
Kemerosotan
permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja
atau menutup perusahaanya, sehingga pengangguran akan bertambah. Pengangguran
dengan wujud tersebut dinamakan pengangguran siklikal. Contohnya : Di suatu perusahaan ketika sedang maju butuh
tenaga kerja baru untuk perluasan usaha. Sebaliknya ketika usahanya
merugi terus maka akan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau
pemecatan.
c. Pengangguran
Struktural
Tidak
semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju,
sebagiannya akan mengalami kemunduran. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah
satu atau beberapa faktor berikut: wujudnya barang baru yang lebih baik,
kemajuan teknologi mengurangi permintaan ke atas barang tersebut, biaya
pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, dan ekspor produksi
industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari
Negara - negara lain. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam
industry tersebut menurun, dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan
menjadi penganggur. Pengangguran yang wujud digolongkan sebagai pengangguran
struktural. Dinamakan demikian karena disebabkan oleh perubahan struktur
kegiatan ekonomi.Contohnya : Suatu daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga bidang pertanian akan menganggur.
d. Pengangguran
Teknologi
Pengangguran
dapat pula ditimbulkan oleh adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin
dan bahan kimia. Pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan
kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi. Contohnya : sebelum ada penggilingan padi, orang yang
berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja, setelah ada mesin penggilingan
padi maka mereka tidak bekerja lagi.
2.
Berdasarkan cirinya Pengangguran dibagi
ke dalam empat kelompok :
a. Pengangguran Terbuka
Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi
karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga
kerja. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak
dapat memperoleh pekerjaan. Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka
tidak melakukan suatu pekerjaan. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh
waktu. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang
menurun, kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia, atau
akibat kemunduran perkembangan suatu industri. Contohnya : Seseorang lulusan S1 mesin tapi tidak memperoleh pekerjaan karena lapangan yang belum tersedia sesuai dengan kualifikasinya.
seorang
lulusan S1 mesin tapi tidak memperoleh pekerjaan karena lapangan yang
belum tersedia sesuai dengan kualifikasinya. - See more at:
http://guruppg.blogspot.co.id/2013/06/pengangguran.html#sthash.024wjSH0.dpuf
seorang
lulusan S1 mesin tapi tidak memperoleh pekerjaan karena lapangan yang
belum tersedia sesuai dengan kualifikasinya. - See more at:
http://guruppg.blogspot.co.id/2013/06/pengangguran.html#sthash.024wjSH0.dpuf
seorang
lulusan S1 mesin tapi tidak memperoleh pekerjaan karena lapangan yang
belum tersedia sesuai dengan kualifikasinya. - See more at:
http://guruppg.blogspot.co.id/2013/06/pengangguran.html#sthash.024wjSH0.dpuf
b. Pengangguran
Tersembunyi
Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi
karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan, padahal dengan
mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah
produksi. Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa.
Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang
digunakan tergantung kepada banyak faktor. Faktor yang perlu dipertimbangkan
adalah besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang
digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Di banyak negara berkembang
seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak
dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan
efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran
tersembunyi. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar
mengerjakan luas tanah yang sangat sempit. Contoh lain pengangguran tersembunyi
adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya
atau tidak sepadan dengan kemampuannya.
c. Pengangguran
Bermusim
Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi
pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Bentuk pengangguran terutama
terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Biasanya pengangguran seperti itu
berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun
kesibukannya. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di
antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang
sibuk dalam kegiatan pertanian. Pada periode tersebut banyak di antara para
petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Berarti
mereka sedang dalam keadaan menganggur. Jenis pengangguran ini hanya sementara
saja, dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. Contohnya : pada musim panen, para petani bekerja dengan giat, sementara sebelumnya banyak menganggur.
d. Setengah Menganggur
Pengangguran
Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara
berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan
percepatan dalam proses urbanisasi. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut
adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. Tidak semua orang yang hijrah ke
kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. Banyak di antara mereka yang terpaksa
menganggur sepenuh waktu. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur, tetapi
tidak pula bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam
kerja normal. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu, atau
satu hingga empat jam sehari. Contohnya : Seorang buruh konstruksi/bangunan yang telah menyelesaikan pekerjaan di
suatu proyek, untuk sementara menganggur sambil menunggu proyek
berikutnya.
Sumber :
http://qthab2.blogspot.co.id/2008/09/pengertian-dan-jenis-pengangguran-pada.html
http://inginberubah.blogspot.co.id/2009/02/pengertian-dan-jenis-pengangguran.html
http://www.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/jaminan-sosial/pengangguran
http://guruppg.blogspot.co.id/2013/06/pengangguran.html Minggu, 10 April 2016
TUGAS 3
Pertumbuhan ekonomi
adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Kemakmuran suatu Negara salah satunya dapat dilihat dari pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di suatu negara dikatakan makmur. Namun kemakmuran suatu negara tidak hanya dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja, tapi juga dilihat dari kesejahteraan rakyat, pendidikan, pendapatan, pengangguran dan lain-lain.
Negara yang makmur adalah negara yang dapat menyisakan pengangguran hanya untuk mereka yang memang terpaksa atau belum dapat bekerja. Selain pendapatan nasional, kemiskinan dan pengangguran, ada faktor-faktor lain yang mengukur kemakmuran dan kesejahteraan suatu Negara yakni jumlah penduduk, kualitas pendidikan, pemukiman , kesehatan dan keamanan.
Kesimpulannya adalah kemakmuran suatu negara dapat dilihat dari pendapatan nasional yang diterima negara, akan tetapi pendapatan nasional yang besar belum menentukan kemakmuran suatu negara tanpa melihat kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat negara tersebut. Karena suatu negara dapat dikatakan makmur apabila dapat mengatasi masalah ekonomi negara dan masyarakatnya yang berhubungan dengan pendapatan nasional, kemiskinan, serta penggangguran.
adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Menurut
Simon Kuznets, pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam
jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai
barang ekonomi bagi penduduknya. Kenaikan kapasitas itu sendiri
ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau
penyesuaian-penyesuaian teknologi, kelembagaan, dan ideologis terhadap
berbagai tuntutan keadaan yang ada.
Dari definisi di atas berarti terdapat tiga komponen pokok dalam pertumbuhan ekonomi sebagai berikut.
- Kenaikan output secara berkesinambungan merupakan perwujudan dari pertumbuhan ekonomi, sedangkan kemampuan menyediakan berbagai jenis barang itu sendiri merupakan tanda kematangan ekonomi di suatu negara.
- Perkembangan teknologi merupakan dasar atau prakondisi bagi berlangsungnya pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan.
- Untuk mewujudkan potensi pertumbuhan yang terkandung di dalam teknologi baru, perlu diadakan serangkaian penyesuaian kelembagaan, sikap, dan ideologi. Inovasi dalam bidang teknologi harus dibarengi dengan inovasi dalam bidang sosial.
Pertumbuhan
ekonomi merupakan masalah perekonomian jangka panjang dan menjadi
kenyataan yang selalu dialami oleh suatu bangsa. Ditinjau dari sudut
ekonomi, perkembangan ekonomi menimbukan dua efek penting, yaitu
kemakmuran atau taraf hidup masyarakat meningkat dan penciptaan
kesempatan kerja baru karena semakin bertambahnya jumlah penduduk.
Kemakmuran suatu Negara salah satunya dapat dilihat dari pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di suatu negara dikatakan makmur. Namun kemakmuran suatu negara tidak hanya dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja, tapi juga dilihat dari kesejahteraan rakyat, pendidikan, pendapatan, pengangguran dan lain-lain.
Negara yang makmur adalah negara yang dapat menyisakan pengangguran hanya untuk mereka yang memang terpaksa atau belum dapat bekerja. Selain pendapatan nasional, kemiskinan dan pengangguran, ada faktor-faktor lain yang mengukur kemakmuran dan kesejahteraan suatu Negara yakni jumlah penduduk, kualitas pendidikan, pemukiman , kesehatan dan keamanan.
Kesimpulannya adalah kemakmuran suatu negara dapat dilihat dari pendapatan nasional yang diterima negara, akan tetapi pendapatan nasional yang besar belum menentukan kemakmuran suatu negara tanpa melihat kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat negara tersebut. Karena suatu negara dapat dikatakan makmur apabila dapat mengatasi masalah ekonomi negara dan masyarakatnya yang berhubungan dengan pendapatan nasional, kemiskinan, serta penggangguran.
sumber :
http://www.zonasiswa.com/2014/12/pertumbuhan-ekonomi-economic-growth.html
Langganan:
Postingan (Atom)